RUPS, Bupati Lombok Timur kredit macet PT.Selaparang Finansial
Nusrapost.com -- Bupati Lombok Timur Haerul Warisin soroti
kredit macet PT.Selaparang Finansial. Hal itu disampaikannya saat menghadiri
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025,
bersama Wakil Bupati Ir.H.Moh. Edwin Hadiwijaya Selasa (3/3). Kegiatan tersebut
berlangsung di aula kantor PT Selaparang Finansial, Labuhan Haji, dan dihadiri
sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan atau
kegagalan sebuah lembaga keuangan sangat ditentukan oleh ketepatan strategi
serta kemampuan manajemen dalam mencari solusi atas setiap persoalan. Ia
menyoroti kinerja PT Selaparang Finansial yang dinilai masih jauh dari harapan,
terutama terkait tingginya angka kredit macet dan kecilnya laba yang diperoleh.
“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5% tapi kredit
macet di atas 10%. Apakah itu bagus? Tidak,” tegas Bupati.
Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan manajemen
untuk memprioritaskan penagihan utang dengan melibatkan seluruh karyawan.
Namun, ia menekankan bahwa sebelum menjalankan tugas tersebut, para karyawan
harus dibekali pelatihan yang memadai agar proses penagihan berjalan
profesional dan efektif.
Bupati juga mengingatkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD) memiliki fungsi ganda, yakni meraih keuntungan sekaligus menjaga
kesejahteraan masyarakat dengan harga layanan yang terjangkau. Ia menekankan
bahwa bekerja di BUMD bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan
untuk melayani masyarakat.
Selain itu, direksi diminta tidak mengambil kebijakan secara
sepihak. Bupati meminta agar ruang diskusi dibuka seluas-luasnya dengan
melibatkan tenaga ahli agar setiap keputusan tidak merugikan perusahaan. Ia
juga menegaskan bahwa kebijakan mutasi atau perubahan struktur organisasi harus
didasarkan pada kebutuhan efektivitas bisnis serta kesadaran atas tanggung
jawab jabatan.
Menutup arahannya, Bupati meminta manajemen melakukan
pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Ia berharap manajemen mampu berinovasi agar dana yang tersedia tidak hanya
mengendap di bank, melainkan berputar secara produktif untuk masyarakat.
“Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya
ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan, kredit macet turun dan
keuntungan harus naik,” pungkasnya.
Sementara itu, Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial
Muhammad Isra’i mengakui bahwa meskipun terdapat pertumbuhan hasil usaha
dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja BUMD sepanjang 2025 belum
maksimal.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika ekonomi
nasional, kebijakan keuangan, serta keterbatasan anggaran pembangunan daerah.
Menurutnya, periode ini merupakan fase transisi krusial dalam estafet
kepemimpinan yang harus dikelola secara akuntabel demi perbaikan berkelanjutan.
Untuk memperbaiki performa perusahaan, PT Selaparang
Finansial tengah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis, antara lain
restrukturisasi piutang, penataan penyertaan modal, penguatan prinsip
kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, optimalisasi biaya operasional,
perbaikan sistem Pengendalian Internal (SPI) dan tata kelola yang transparan,
serta fokus pada penyelesaian kredit macet guna menyehatkan neraca perusahaan.
Direktur Utama PT Selaparang Finansial Iva Nuril Solihani
dalam laporannya menyebut BUMD ini sebagai satu-satunya perusahaan modal daerah
dengan seluruh saham dimiliki Pemerintah Daerah yang mampu bertahan di tengah
penurunan jumlah perusahaan modal ventura secara nasional, dari 23 entitas pada
2024 menjadi 17 entitas pada 2025.
Perusahaan yang diperkuat 25 karyawan tersebut menempatkan
SDM sebagai aset utama dengan memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan, serta aktif mendukung program sosial pemerintah daerah seperti
safari Ramadan, bantuan anak yatim piatu, rehabilitasi masjid, dan paket
sembako bagi kaum dhuafa serta petugas kebersihan.
RUPS tersebut turut dihadiri perwakilan DPRD, Asisten Sekda
Bidang Perekonomian, staf ahli Bupati, OPD terkait, serta jajaran direksi dan
dewan komisaris/pengawas BUMD Lombok Timur (*)

Post a Comment