Temuan Susu Kedaluwarsa Program MBG Di Lotim, Daeng Paelori Desak Satgas Usut Tuntas Hingga Ke Akarnya
![]() |
| H. Daeng Paelori Ketua Dewan Pembina Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Nusa Tenggara Barat (NTB) |
Nusrapost.com -- Ketua Dewan Pembina Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Daeng Paelori, SE., memberikan atensi serius terkait temuan susu kedaluwarsa oleh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) di salah satu mitra dapur di wilayah Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa temuan ini tidak boleh berhenti hanya pada pemeriksaan di tingkat dapur mitra saja, melainkan harus ditelusuri hingga ke pihak penyedia atau supplier.
Dalam keterangannya, Daeng Paelori menyampaikan apresiasi atas kesigapan Satgas MBG NTB yang berhasil menemukan produk tidak layak konsumsi tersebut sebelum sampai ke tangan anak-anak penerima manfaat.
"Kita mengapresiasi temuan Satgas MBG NTB. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak kita yang mendapatkan manfaat program. Namun, tentu tidak bisa semuanya ditujukan kepada Mitra Dapur yang bersangkutan," ujar Daeng Paelori saat di konfirmasi lewat sambungan whatsapp Minggu (18/1/2026).
Ia menekankan pentingnya pengusutan tuntas terhadap rantai pasok barang tersebut. Menurutnya, pihak dapur seringkali hanya menjadi penerima akhir dari barang yang dikirimkan oleh pihak ketiga.
"Ini harus diusut tuntas. Jangan sampai berhenti di dapur tempat ditemukannya susu itu saja. Harus langsung ke hulunya. Siapa yang mengedarkan? Di mana gudangnya? Di mana belinya? Supplier harus bertanggung jawab," tegasnya.
Ia mengkhawatirkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dengan mencampur stok produk kedaluwarsa dengan produk baru untuk dikirim ke dapur-dapur mitra.
Oleh karena itu, Sebagai langkah preventif ke depan, Daeng Paelori menghimbau seluruh rekan mitra dapur di NTB untuk memperketat sistem kontrol kualitas melalui tim yang ada di lapangan, melalui pengecekan berlapis dengan memaksimalkan peran ahli gizi, akuntan, dan kepala dapur untuk memeriksa setiap bahan yang masuk. Terutama ketelitian tanggal dan Fokus utama pada masa berlaku (expired) dan kandungan gizi produk.
Hal ini agar lebih selektif Memilih Supplier dan lebih berhati-hati dalam bermitra dengan penyedia bahan baku.
"Mudah-mudahan ini yang terakhir. Ini jadi pelajaran bagi kita semua agar betul-betul teliti saat membelanjakan kebutuhan untuk anak-anak kita. Kita ingin memastikan generasi emas ini menikmati makanan bergizi yang benar-benar aman," tutupnya.

Post a Comment