FKKD Lombok Timur Dorong Bupati Tetapkan Sosiawan Jadi Kadis PMD
Nusrapost.com -- Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Lombok Timur berharap Bupati Lombok Timur menempatkan sosok yang tepat dalam jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Ketua FKKD Lombok Timur, M. Khairul Ihsan, menilai kesalahan memilih kepala dinas di instansi tersebut berpotensi berdampak fatal bagi tata kelola pemerintahan desa.
Menurut Khairul, Dinas PMD merupakan organisasi perangkat daerah yang sangat vital karena berhadapan langsung dengan kepala desa yang memiliki latar belakang, karakter, dan temperamen berbeda-beda. Karena itu, PMD membutuhkan pemimpin yang energik, komunikatif, dan mampu membangun relasi yang baik dengan pemerintah desa.
“PMD ini tidak bisa dipimpin oleh sosok yang lamban, meskipun Smart. Yang dibutuhkan adalah pimpinan yang muda, bekerja, enerjik, inovatif, kreatif, komunikatif, dan responsif,” kata Khairul, kepada media ini, Kamis 18 Desember 2025.
Dari tiga nama calon yang beredar saat ini, Drs.Edi Ilham.M.H. Hmbali SH dan Sosiawan Putraji. S.T., M.Si. meski demikian Khairul menilai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PMD Lombok Timur, Sosiawan Putraji, sebagai sosok yang paling tepat. Ia menilai selama menjabat sebagai pelaksana tugas, Sosiawan mampu membaur dan menjalankan fungsi advokasi, edukasi, serta fasilitasi bagi kepala desa.
“Pada saat menjabat sebagai Plt, dia sudah bisa membaur. Bisa mengadvokasi, mengedukasi, dan memfasilitasi kami sebagai kepala desa. Sosok ini yang kami inginkan,” ujar Khairul.
Aspirasi tersebut, kata dia, bukan hanya pandangan pribadi, melainkan juga suara kolektif kepala desa yang disampaikan melalui forum komunikasi kepala desa di tingkat akar rumput.
Khairul menilai Sosiawan sebagai figur muda yang inovatif dan kreatif serta mampu membawa stabilitas di pemerintahan desa. Ia mencontohkan mulai berkurangnya polemik di desa terkait sistem administrasi pemerintahan (Sintap) karena dorongan dan pendekatan yang dilakukan pimpinan PMD saat ini.
“Sekarang saja sudah mulai terasa. Di desa sudah tidak ada ribut-ribut soal Sintap karena terus didorong. Ini bukti kepemimpinan yang komunikatif,” katanya.
FKKD berharap Bupati Lombok Timur menerapkan prinsip meritokrasi dalam menentukan kepala dinas. Menurut Khairul, jika pendekatan tersebut digunakan, maka pilihan paling rasional adalah sosok yang mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah serta mendorong terwujudnya Lombok Timur Smart.
“Kalau bupati berpikir meritokrasi, pasti akan memilih pembantu yang mampu membawa perubahan dan stabilitas. Dan itu ada pada Plt Kadis PMD yang sekarang,” kata Khairul.

Post a Comment