Nusra Post
Senin, 28 Desember 2020, Desember 28, 2020 WIB
Last Updated 2020-12-31T20:16:28Z
SOSOK

Syamsuri, Relawan Kemanusiaan Membantu Tanpa Pamrih.

Inilah sosok Syamsuri Relawan Kemanusiaan yang membantu masyarakat tanpa imbalan. 

LOMBOK TIMUR Nusrapost.com - Banyak cara yang bisa diperbuat untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan hak dasarnya sebagai warga negara. Seperti halnya yang tengah dilakukan oleh seorang pemuda kelahiran Desa Bririjarak Kecamatan Wanasaba Lombok Timur bernama Syamsuri. Karena keaktifannya, Ia pun disebut sebagai relawan kemanusiaan.

Dijumpai pada pojok ruang tunggu pasien, rumah sakit dr Soejono Selong (24/12).Pemuda tanggung yang menampakkan raut wajah agak lelah, dengan kantung mata yang terlihat kurang tidur tersebut, masih berusaha fokus mendengar panggilan daftar antrian dari petugas. 

Saat itu, ia sedang membantu masyarakat yang mengalami sakit Ginjal dan Jantung untuk mendapatkan penanganan medis dari rumah sakit setempat. Bersamaan dengan itu, Ia pun sedang mengurus persyaratan lain yang harus dipenuhi pasien kurang mampu pada UPTPK dan Dinas Kesehatan (DIKES) sebab yang bersangkutan tidak memiliki BPJS.

Pe cam sapaan akrab pemuda yang berdomisili tetap di dusun tibu tangkok Desa Jineng kecamatan Wanasaba itu, adalah sosok yang tanpa pamrih membantu masyarakat sekitar, yang membutuhkan tenaganya.

Sebagai relawan sosial dan sudah berkeluarga, Ia memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun bukan berarti kesibukannya membantu masyarakat dimanfaatkannya untuk meraup keuntungan. Hal demikian bisa di tanyakan langsung pada masyarakat yang pernah dibantunya. 

"Silahkan tanya, adakah yang pernah saya minta atau paksa memberikan imbalan (upah jasa), dan maaf.. Jikapun saya ada rizki. Saya ikhlas untuk membayarkan. Saya sukarela,"Tegasnya.

Ia berharap pada pemerintah atau lembaga terkait agar lebih peduli dalam menangani permasalahan dimasyarakat terutama dalam ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sebab ketiga sektor tersebut menurutnya penting dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera. Dan berterkaitan dengan segala bentuk pelayanan jangan sampai tebang pilih karena ini juga bagian dari permasalahan mendasar yang di rasakan oleh masyarakat khususnya yang tingkat ekonomi nya menengah ke bawah (miskin). 

Sementara itu Ashwan Sahabat karib Syamsuri menuturkan, sejak mengenal Syamsuri (pe cam) ia melihat kesibukannya turun ke masyarakat begitu aktif. Hal itupun dibuktikan saat Ia ikut menemani sahabatnya untuk menemui beberapa warga kampung yang tengah minta bantuan untuk di pasilitasi alat bantuan kesehatan dan penanganan medis. 

Kebetulan saat itu Ia sedang bertamu di rumahnya. Sambil bercanda saya juluki dia Pejabat yang SK nya dari Tuhan,"terangnya. (np)