Melestarikan Kearifan Lokal "Gumi Sasak"

Melestarikan Kearifan Lokal "Gumi Sasak"

Penulis : Huswatil Hasanah Prodi Ekonomi Islam Universitas Nahdlatul Ulama NTB 

Pulau Lombok yang dihuni mayoritas etnis Sasak memiliki keragaman kearifan lokal.
Sejatinya local wisdom itu hingga kini masih dipegang teguh dan cukup berperan dalam mengatur kehidupan masyarakat di "Gumi Sasak". Kearifan lokal itu cukup berperan akan mengatur sistem sosial kemasyarakatan etnis Sasak yang mendiami Pulau Lombok.

Sasak yang berasal dari frasa "Sak-Sak" bermakna jalan lurus atau jalan sejati yang harus dilalui demi keselamatan dunia dan akhirat. "Gumi Sasak" bermakna yang menjadi tempat tinggal etnis Sasak. 

Pada masyarakat Sasak, kearifan lokal merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan agama dan adat budaya. Karenanya denyut nadi kehidupan masyarakat sasak memerlukan cara-cara yang arif dan bijaksana.

Kearifan lokal dalam kehidupan enis Sasak juga tercermin dalam khazanah seni dan budaya. Karena itu pesan moral kebaikan dari kearifan lokal itu terasa kental dalam kehidupan, berkesenian dan kebudayaan yang tetap lestari dalam kehidupan masyarakat etnis Sasak di Pulau Lombok.

Untuk itu penanaman nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada kalangan generasi muda mutlak dilakukan agar tetap lestari sekaligus untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi.

Ketua Majelis Adat Sasak Provinsi NTB Lalu Bayu Windia mengatakan etnis Sasak memiliki budaya dan seni yang kental dengan pesan moral, sehingga kearifan lokal ini penting ditanamkan dalam kehdupan masyarakat.

Ia menuturkan suku Sasak sebagai penduduk mayoritas Pulau Lombok memiliki keragaman budaya dan seni yang kaya akan nilai moral yang perlu dijadikan acuan dalam kehidupan masyarakat, agar tercipta keharmonisan dalam keberagaman.

Untuk itu Majelis Adat Sasak (Lombok) bersama pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB melakukan berbagai program yang bersentuhanan dengan upaya melestarikan seni dan budaya.

Bayu Windia menilai hingga kini masyarakat adat sasak masih memegang teguh budaya dan kearifan lokal yang dimiliki. Inilah yang ingin dijaga dan dipertahankan agar warisan leluhur ini akan selalu ada dan tetap ada serta tetap terjaga kelestariannya.

Tags

Post a Comment