Hanyut di Sungai Masbagik Timur, Seorang Anak Perempuan Ditemukan Meninggal
Nusrapost.com -- Seorang anak perempuan berusia enam tahun ditemukan meninggal dunia akibat hanyut dan tenggelam di aliran sungai Dusun Tuntel, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Korban diketahui bernama Siti Maulida usia (6) tahun warga Dusun Penyaong, Desa Masbagik Timur. Penemuan jenazah korban pertama kali dilaporkan sekitar pukul 13.10 Wita, Sabtu (29/11/2025).
Menurut keterangan saksi, bernama Ayusi
sekitar pukul 10.00 Wita, ia melihat korban sedang bermain hujan di pinggir
sungai yang berada di samping rumahnya. Saat itu Saksi Ayusi baru pulang
bekerja, Dimana ia sempat menegur korban agar tidak bermain di dekat sungai
karena debit air sedang besar. Namun korban menolak untuk naik ke rumah dan
tetap bermain di sekitar lokasi.
Pada pukul 13.00 Wita, saksi Haditsyah yang
sedang memasak di rumahnya mendengar tiga anak kecil berteriak bahwa mereka
melihat “ada kaki di sungai”. Haditsyah kemudian meminta ketiga anak tersebut
mengantarnya ke lokasi. Sesampainya di TKP, ia melihat tubuh korban dalam
posisi tertutup pelapah pinang, dengan bagian kaki terlihat.
Haditsyah langsung berteriak meminta
pertolongan warga. Salah satu warga, Amak Uji, kemudian mengangkat tubuh korban
ke tepi sungai dan diketahui korban telah meninggal dunia. Warga lain bernama Yahya
mengumumkan kejadian tersebut melalui pengeras suara masjid setempat, sehingga
masyarakat berdatangan dan ada yang mengenali korban sebagai putri dari
pasangan Akmal dan Muq, warga Dusun Penyaong.
Keluarga korban kemudian membawa jenazah ke
rumah duka melalui saudara korban, untuk diserahkan kepada orang tua dan pihak
keluarga.
Kapolsek Masbagik melalui kasi Humas Polres
Lombok Timur IPTU Nicolas Oesman membenarkan kejadian tersebut,pihaknya menduga
korban hanyut dan tenggelam akibat derasnya aliran sungai setelah hujan dengan
intensitas tinggi yang membuat debit air meningkat. Korban ditemukan sekitar 300
meter dari rumahnya, tepatnya di aliran sungai menuju Dusun Tuntel.
“Kini Jenazah korban telah dibawa ke rumah
duka dan Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut
sebagai musibah,”ujarnya. (*)
.jpg)
Post a Comment