Bawaslu Lombok Timur Bangun Literasi Demokrasi di Gen Z Berkebutuhan Khusus
Nusrapost.com -- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Lombok Menggelar Pengawasan Partisipatif di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Kabupaten Lombok Timur Selasa ( 11/11).
Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Suadi Mahsun mengatakan, kegiatan silaturrahmi ini guna memperkuat pengawasan partisipatif. Karena melihat berbagai kebutuhan di Bawaslu, pengawasan seperti ini tidak bisa dilakukan tanpa melibatkan banyak pihak.
"Bawaslu memiliki kepentingan terhadap pemilih disabilitas terutama siswa-siswi yang ada di sekolah luar biasa negeri 1 Lombok Timur ini harus dikawal hak pilihnya,"ujarnya.
Dengan adanya pengawasan partisipatif yang dilakukan di SLB ini katanya, kedepan bisa terjalin kolaborasi, kerjasama yang baik di dalam memberikan pemahaman terkait dengan kepemiluan.Lebih-lebih, siswa-siswa yang ada di sini ada yang akan memasuki sebagai pemilih pemula.
"Dari hasil pertemuan hari ini, ada yang kita dapatkan informasi ada yang sudah berusia 17 tahun. Bahkan ada yang sudah memilih pada pemilihan yang telah lalu,"ujarnya.
Selain itu tambahnya, dalam pertemuan ini, yang paling penting, bagi pemilih disabilitas ini bahwa seluruh memastikan apakah sudah terpenuhi segala hak-haknya sebagai pemilih disabilitas di dalam menyalurkan hak potensinya. Diantaranya, yang berkaitan dengan hak disabilitas.
"Apakah yang bersangkutan sudah terdaftar tidak di DPT? Apakah sudah terdaftar sebagai pemilih? apakah pemilih disabilitas ini mendapatkan akses gampang di dalam menyalurkan hak pilihnya,"ungkap ketua.
Dikatakannya juga, dalam kegiatan pangawasan Partisipatif di sekolah Luar biasa ini, dimana para siswa merupakan siswa yang berkebutuhan khusus, tentunya kebutuhan - kebutuhannya harus terpenuhi, seperti pendampingan, surat suara bagi yang tidak bisa melihat dan lain - lain.
"Dari seluruh pengawasan yang kita lakukan, kita melihat memang kaitannya dengan soal pemilih disabilitas ini ya kurang terekspose, kurang dapat perhatian yang serius dari penyelenggara,"akunya.
Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan seperti ini, pihaknya dapat menumukan solusi untuk mengatasi persoalan - persoalan yang kongkret terutama soal pemilih berkebutuhan khusus dan menjadi titik fokus pada pemilihan mendatang.
Sementara itu, Kepala sekolah SLB Takariyanto menjelaskan, jumlah siswa di Sekolah yang ia pimpim sebanyak 200 siswa, dimana jumlah siswa ini dibagi menjadi lima katagori, diantaranya Tuna Netra, Tuna rungu, tuna grahita, tuna Daksa, Autis.
"Yang paling banyak sekarang yang kita temukan adalah penyakit autis,"katanya.
Ia mengakan, dengan adanya pengawasan partisipatif dan kerja sama yang dilakukan dengan Bawaslu ini, tentunya akan sangat membantu siswa, mengingat banyak yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilihan tahun 2029 mendatang.
"Untuk siswa kita disini, dalam memberikan pembelajaran, harus dengan edukasi yang nyata, tidak terlalu banyak teori,"katanya
Untuk itu, berkat kegiatan seperti ini, sekolah merasa sangat berterima kasih karena mau memberikan pemahaman kepada siswa.
"ini merupakan salah satu bentuk untuk membangkitkan semagat siswa, "katanya.

Post a Comment