Bocah 4 Tahun Asal Terara Lotim Digigit 5 Ekor Anjing. Begini Kronologisnya

Bocah 4 Tahun Asal Terara Lotim Digigit 5 Ekor Anjing. Begini Kronologisnya


Lombok Timur nusrapost.com -- Seorang bocah inisial BHZ (4) tahun asal Dusun Menteres Desa Terara Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur digigit 5 ekor Anjing Selasa (14/11/2023).

Menurut keterangan saksi, Diana 30 tahun yang tidak lain ibu korban, peristiwa naas itu terjadi, sekitar pukul 16.00 wita. Saat Ia bersama korban pergi ke sawah miliknya untuk membersihkan pohon jagung dengan cara di bakar.

Sesampai di sawah saksi (ibu korban) langsung mengumpulkan batang jagung untuk di bakar, sementara korban di biarkan bermain sendiri di pematang sawah. Selang setengah jam bekerja, tiba tiba ibu korban mendengar anaknya menangis. Sontak dari itu, Iapun langsung menuju ke tempat anaknya bermain dan melihat anaknya sedang di Gigit oleh 5 ekor anjing.

Selanjutnya ibu korban langsung mengusir ke lima anjing itu dan segera menolong anaknya kemudian di bawa pulang ke rumah. Namun karena luka akibat gigitan anjing tersebut parah. Maka sekitar jam 17.00 wita korban langsung dibawa ke Puskesmas Terara untuk mendapatkan tindakn medis. 

Atas saran Dokter, sekitar jam 18.50 wita korban dirujuk ke RS Raden Soedjono Selong guna mendapatkan vaksin rabies.

Atas kejadian tersebut Korban mengalami luka di perut,bokong dekat anus,paha dan leher sebelah kanan dan Mendapatkan jahitan di masing-masing tempat yang digigit.

Kapolsek Terara melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur IPDA Nicolas Oesman, membenarkan kejadian tersebut dimana menurut saksi (ibu korban) bahwa pada saat kejadian korban sudah tidak menggunakan celana kemungkinan korban sudah membuang air besar sehingga kelima anjing tersebut berebut untuk memakan kotoran korban.

"Pada saat di rujuk ke RSUD Sudjono Selong korban dalam keadaan sadar dan sudah menerima perawatan medis /di jahit akan tetapi karena vaksin anti rabies tidak tersedia di Puskesmas Terara sehingga dokter piket menyarankan agar korban di rujuk ke RSUD Sudjono Selong,"tutupnya (np)

Ikuti kami di google news 

Tags

Post a Comment