Nusra Post
Minggu, 03 Juli 2022, Juli 03, 2022 WIB
Last Updated 2022-07-03T11:59:58Z
NewsPENDIDIKAN

Hj. Lale Yaqutunafis Ajak Alumi MDQH Untuk Terus Merekatkan Mahabbah & Memurnikan Jiwa Perjuangan NW

Hj. Lale Yaqutunafis M.M



Nusrapost.com -- Dalam acara reuni akbar Mutaharrijin dan Mutaharrijat angkatan 1-56 Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) al-Majidiyyah Asyafi'iyyah Nahdaltul Wathan (NW) yang terpusatkan di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Kecamatan Suralaga Lombok Timur Minggu (3/7/2022).


Pimpinan Pusat (Pimpus) Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW) Hj. Lale Yaqutunafis M.M mengajak semua alumi, untuk terus merekatkan mahabbah (kecintaan) dan memurnikan jiwa perjuangnya pada Nahdaltul Wathan (NW). 


Hal itu, sebagai wujud syukur atas ilmu yang pernah di dapatkan dari sang pendiri organisasi NW, madrasah NWDI, madrasah NBDI dan pendiri MDQH al-majidiyyah Asy-syafi'iyyah NW Almaghfurullah maulanasyekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.


"Mari kita merekatkan mahabbah itu bersama-sama dan memurnikan jiwa pejuang kita. Di wadah mana kita rekatkan, tentunya di organisasi NW, mudah-mudahan kita terus merekatkan mahabbah dan memurnikan jiwa juang Nahdlah kita," ungkap Hj. Lale Yaqutunafis saat memberikan sambutan didepan ribuan Mutaharrijin dan Mutaharrijat MDQH yang hadir pada acara tersebut. 


Ia menyebutkan, merekatkan mahabbah kita sebagai murid, pada guru-guru semuanya. Terlebih pada guru besar, Sang ulama Waliyulloh pendiri NW. Agar tetap terjaga shillah (sambung/menyambung) dan tak terputus dalam merekatkan mahabbah pada orang tua dan guru. Salah satunya dengan menjaga, membesarkan, memajukan/syiar organisasi NW, dengan gerakan pendidikan sosial dan dakwah merata se-nusantara dan berbagai negara.



"Ini sebagai implementasi memurnikan jiwa pejuang naskah, tugas kitalah sebagai murid mutaharrijin mutaharijat MDQH NW jadi garda terdepan untuk NW nan jaya,"Jelasnya.



Selain mengajak untuk merekatkan mahabbah, perempuan yang akrab di sapa Umy Lale Yaqut itu juga membeberkan, acara reuni perdana yang digelar merupakan ide dan gagasan cemerlang yang keluar dari amidul ma'had, agar semua alumni bisa bersilaturrahim di majlis Hamzanwadi II. Hal demikianpun diinisiasi sebab, setelah sekian lama tidak pernah diadakan reuni seperti itu, yang terhitung sejak di tinggalkan oleh pendiri Nahdlatul Wathan. 



"Baru kali ini bisa di adakan reuni Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) al-Majidiyyah Asyafi'iyyah Nahdaltul Wathan. Saat inilah perdana Kita berjumpa," katanya.



Di usia MDQH al-Majidiyyah Asyafi'iyyah Nahdaltul Wathan yang 57 tahun Lale, mengingatkan agar para alumni, terus berbuat di masyarakat sesuai dengan nama organisasi "Nahdlatul Wathan" yang maknanya ialah pergerakan/kebangkitan tanah air. Oleh karenanya sebagai warga NW ia mendorong para alumni untuk terus bisa berperan lebih dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki berbuat di masyarkat dimanapun berada. 


"Jangan malu berbuat kebaikan dan tentunya kita harus bangga menjadi mutaharrijin mutaharrijat MDQH NW," Tegasnya. (np)