Nusra Post
Senin, 13 Juni 2022, Juni 13, 2022 WIB
Last Updated 2022-06-16T19:59:32Z
HEADLINE

Wabah PMK Mengganas, Bank Penyalur KUR Lotim Berkembang Diminta Tidak Arogan Tagih Rakyat 

H.D Paeolri SE Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur 




LOMBOK TIMUR Nusrapost.com -- Lantaran mengganasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak beberapa bulan terakhir, membuat para peternak khususnya di Lombok Timur tidak dapat berbuat apa-apa bahkan banyak yang telah merugi. 




Hal demikianpun di alami oleh beberapa kelompok yang telah mengambil program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Lombok Timur Berkembang. Walau kondisinya begitu, tetapi bank penyalur tetap turun melakukan penagihan pada masyarakat yang notabennya sedang susah agar secepatnya melunasi tonggakan tersebut. 




Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur H.D Paeolri SE saat di temui Senin (13/6/2022) merasa geram atas tindakan pihak bank penyalur yang secara arogan melakukan penagihan. Padahal tujuan awal dari program itu adalah memberikan keringanan pada masyarakat, memberantas rentenir dengan membantunya lewat subsidi bunga bank. 



Saat kondisi masyarakat yang tengah menghadapi pandemi wabah PMK, tentunya disanalah peran penting pemerintah dan harus menjadi perhatian bersama semua stackholder sebab penyakit tersebut berdampak buruk pada peternak.



Oleh karena kondisi demikian, kata Paelori harusnya dalam hal pengembalian kredit pada bank penyalur, pemerintah daerah melalui dinas terkait berkoordinasi dengan pihak bank, agar memberikan keringan pada masyarakat seperti saat mengganasnya Covid-19 lalu. 




Padahal dalam hal ini, ada istilah relaksasi kredit, yang tentunya bisa sebagai langkah, membantu masyarakat penerima KUR agar tidak terlalui terbebani. Relaksasi ini pun dapat di berikan baik dalam jangka waktu 6 bulan atau setahun yang akan datang, supaya sapi-sapi tersebut bisa di recovery kembali dan dapat tumbuh berkembang dengan baik. 




"Jadi Bank Enggak boleh begitu, masyarakat harus dilihat, Bank itu jangan egois mengikuti aturannya. Ini sifatnya situasional 

kecuali kalau rakyat itu sengaja macet baru kita tegas untuk memberikan kedisiplinan. Tetapi ini wabah yang tidak bisa kita tolak, jadi bank tidak boleh tunjukkan arogansi,"tegasnya.




Sebelumnya Ketua Kelompok "Gawenta" Gupron yang telah menerima Program KUR Lotim Berkembang menjelaskan, berapa hari yang lalu Ia telah didatangi oleh pihak bank penyalur dan menginformasikannya, bahwa jatuh tempo kredit yang di ambilnya berakhir tanggal 29 mei 2022. Setelah lama berdiskusi, Iapun menayakan solusi agar pihak bank memberikan sedikit kelonggaran dalam pengembaliannya sebab kondisi sapi yang di rawat kelompoknya sedang berjuang melawan Wabah penyakit PMK seperti halnya yang banyak di alami hewan ternak lainnya.


 

"Semua ternak anggota kelompok kami kena PMK, terus solusi dari bank kayak gimana,"tanya kepada pihak bank yang mendatanginya. 




Kemudian lanjut Gupron, pihak bank tersebut mengatakan bahwa kalau dari bank belum ada solusi. Bahkan Iapun diminta agar menangulangi dulu apa yang telah di ambil kelompoknya, tetapi dengan kondisi seperti sekarang, kalau sapi-sapi yang dipeliharanya dijual maka jelas pihaknya akan mengalami kerugian dan pastinya di tawar dengan harga murah. 



"Dulunya kita beli harga 15 juta tapi kalau sekarang bisa jadi ditawar setengah harga dari 5 juta, 6 juta, sampai 7 juta jadi kita yang rugi,"sebutnya.



Dari itu, Ia berharap pada pemerintah daerah terutama Dinas Peternakan, agar ada itikad baik dalam membantunya sebab program yang diberikan adalah untuk memberantas rentenir melalui kredit tanpa bunga, tetapi di tengah perjalanan kondisinya berbeda disebabkan wabah non alam bukan kesengajaan dari pihaknya.




"Ini yang kita minta pada pemerintah daerah agar ada i'tikat baik membantu kami. Entah dengan memperpanjang masa jatuh tempo atau menawatkan relaksasi kredit agar kami tidak terlalu terbebani,"pintanya.



Sampai berita ini di terbitkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur belum memberikan konfirmasi. Padahal beberapa kali di hubungi lewat sambungan telpon tapi tidak di ada jawaban. (np)