Nusra Post
Selasa, 27 Juli 2021, Juli 27, 2021 WIB
Last Updated 2021-07-27T10:31:50Z
EKONOMIHEADLINELOMBOK TIMUR

50 Agen e Warong tidak Sesuai Pedum, Bupati Sukiman Minta Pincab BRI Selong Menggantinya.

Acara rapat koordinasi di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur 


LOMBOK TIMUR NTB Nusrapost.com -- Setelah dibentuknya tim yang turun langsung melakukan verifikasi dan validasi tentang keberadan agen e-Warong penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) milik Kementerian Soaial Republik Indonesia.


Kini pada Selasa (27/7) dilangsungkan rapat koordinasi di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur sembari mempersentasikan hasil verival yang telah dilakukan.
Dimana dari 411 agen e-Warong yang ada di Lombok Timur, tak kurang 50 unit e-Warong dinilai tidak sesuai dengan pedoman umum (Pedum) yang telah ditetapkan.


Menanggapi hal itu, Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy MM yang didampingi, Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur, dan Kepala Dinas Sosial meminta agar Pimpinan Cabang BRI Selong segera menangani berbagai temuan yang dipaparkan dan harus dilakukan demi pelayanan terbaik kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


Oleh karenanya pilihan yang dapat diambil adalah melakukan pembinaan secara intensif kepada e-Warong agar sesuai dengan pedum atau mengganti e-Warong yang sama sekali tidak memiliki kesesuaian dengan pedum.


Selain itu, Bupati juga meminta agat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang telah difasilitasi Pemda dapat bergerak aktif melaporkan setiap penyimpangan yang ada di lapangan. Berdasarkan hasil verifikasi dan validisi yang disampaikan kedua tim, termasuk dari Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) NTB, sedikitnya ada 12 poin yang dicatat untuk mendapat pembinaan dan perbaikan.


"Poin tersebut diantaranya tidak tersedianya daftar harga, adanya pengumpulan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) oleh e-Warong, tidak adanya laporan, transaksi dilakukan sampai di luar wilayah,"sebut Sukiman.


Selain itu juga ditemukannya terlalu banyak KPM yang dilayani (lebih dari 300 KPM), mengurangi hak KPM, bahkan banyak ditemukan e-Warong yang merupakan keluarga PNS, perangkat Desa, hingga Anggota Polri.


Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Selong Aroef Sarifudin berjanji akan melakukan pembinaan terhadap e-Warong yang keluar dari Pedum, bahkan berjanji akan mencabut statusnya, mengingat pihaknya telah memberikan peringatan utamanya untuk e-Warong yang mengumpulkan KKS KPM.


Dalam hal penggantian e- Waroeng Aroef menyatakan saat ini pihaknya sudah meyediakan 76 calon pengganti e-Warong dan sudah disetujui kemudian 19 lainnya tengah dalam pengajuan.


"Selain mengganti e-Warong yang bermasalah, jumlah tersebut juga untuk menambah kekurangan di sejumlah titik,"janjinya.