Jalan Perbatasan Lotim-Loteng: Hotmix Mulus Vs Penuh Kubangan
Nusrapost.com -- Kondisi jalan di perbatasan antara Lombok Timur dan Lombok Tengah, tepatnya di Desa Jenggik Utara Kabupaten Lombok Timur dengan Desa Peseng Kabupaten Lombok Tengah, menunjukkan pemandangan yang tak biasa.
Di sisi Lombok Timur, jalanan tampak mulus beraspal hotmix, sementara di wilayah Lombok Tengah masih berupa tanah merah penuh kubangan dan berlubang. Perbedaan kualitas infrastruktur ini menjadi sorotan warga sekitar yang setiap hari melintasi batas dua kabupaten tersebut.
"Di sini mulus, begitu masuk ke sana langsung terasa bedanya. Hujan sedikit saja becek dan susah dilalui," ujar seorang pengendara setempat.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memilih strategi pembangunan yang tidak biasa. Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran infrastruktur yang dialami banyak kabupaten/kota di Indonesia, ia tetap memutuskan untuk melanjutkan pembangunan jalan dengan skema tahun jamak bernilai total Rp250 miliar selama lima tahun.
Skema tersebut dilakukan melalui mekanisme utang dengan modal awal sebesar Rp50 miliar. Proyek jalan yang menjadi prioritas ini ditargetkan rampung pada tahun ini, sedangkan pembayarannya akan dicicil dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
"Kami tidak ingin masyarakat terus menunggu. Meski anggaran terbatas, kami berani mengambil langkah dengan skema multiyears. Ini untuk kepastian pembangunan, terutama di perbatasan yang selama ini timpang," jelas Haerul Warisin.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kesenjangan infrastruktur antarwilayah, terutama di titik perbatasan antarkabupaten, dapat segera teratasi dan konektivitas masyarakat meningkat secara merata.

Post a Comment