Ketua Dewan Pembina HMD Gemas NTB Sayangkan Kalau Ada Mitra Dapur MBG Yang Pengelolaan Limbahnya Tidak Memenuhi Standar

Ketua Dewan Pembina HMD Gemas NTB Sayangkan Kalau Ada Mitra Dapur MBG Yang Pengelolaan Limbahnya Tidak Memenuhi Standar

H. Daeng Paelori Ketua Dewan Pembina Himpunan Mitra Dapur (HMD) Generasi Emas (Gemas) Nusa Tenggara Barat

Nusrapost.com -- Ketua Dewan Pembina Himpunan Mitra Dapur (HMD) Generasi Emas (Gemas) Nusa Tenggara Barat, H. Daeng Paelori, memberikan perhatian serius terkait isu pengelolaan limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan dikabarkan mengganggu aktivitas warga. Ia menyayangkan jika masih ada mitra dapur yang beroperasi dengan standar pengelolaan limbah yang rendah. Oleh karena hal itu, Ia menyarankan agar seluruh mitra dapur segera membenahi sarana dan prasarana pengolahan limbah mereka. 

“Solusi praktis yang sebenarnya bisa dilakukan dalam pengelolaan limbah ini, seperti, penggunaan Septic Tank Standar berkualitas bagus dan tebal agar tidak mencemari lingkungan. Kemudian Penggunaan alat penyaring lemak (grease trap) agar air limbah yang keluar sudah dalam kondisi layak alir menuju parit atau sungai. Atau bisa juga Kerja Sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyedotan limbah secara rutin, misalnya satu kali seminggu,”Katanya saat di konfirmasi lewat sambungan What’s app Rabu (18/2/2026) 

Lebih jauh, Daeng Paelori melihat fenomena maraknya dapur MBG ini sebagai peluang emas bagi Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Lombok Timur untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Bayangkan saja jika ada sekitar 200 dapur di Lombok Timur. Jika masing-masing dapur mengalokasikan biaya operasional minimal Rp1 juta untuk pengelolaan limbah, daerah bisa menghasilkan hingga Rp200 juta per bulan. Itu baru dari limbah cair, belum termasuk pengelolaan sampahnya,"ungkapnya.

Ia mendorong Pemda, khususnya dinas terkait, untuk segera menangkap peluang ini dengan menyiapkan fasilitas dan regulasi yang memadai.

Terkait pengawasan, Daeng Paelori menyebutkan bahwa masing-masing Kepala Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) sebenarnya telah melaporkan kondisi pengelolaan limbah mereka kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Bagi yang dinilai tidak layak, BGN telah memberikan teguran dan tenggat waktu tertentu untuk melakukan perbaikan hingga memenuhi standar yang ditetapkan. Ia berharap para mitra segera menindaklanjuti arahan tersebut agar operasional dapur tidak lagi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

"Mudah-mudahan rekan-rekan mitra di NTB segera menyempurnakan instalasi limbahnya mengikuti hasil laporan masing-masing SPPG," tutupnya.(*)

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment