Warga Desa Embung Raja Digegerkan Penemuan Mayat Mengapung di Telaga
![]() |
| Proses evakuasi |
Nusrapost.com -- Masyarakat Dusun Selak Alas, Desa Embung Raja, Kecamatan Terara, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang kakek di sebuah telaga. Senin (22/12/2025) sore. Korban di ketahui bernama Rusli Nursin alias Dli (85), warga Dusun Terara Selatan, Desa Terara, Kabupaten Lombok Timur.
Kronologis penemuannya bermula sekitar pukul 15.00 Wita, dimana seorang saksi bernama Amaq Mus (60), saat itu baru saja selesai menyabit rumput dan hendak mencuci kaki di sebuah telaga seluas sekitar 1 are dengan kedalaman 1 meter.
Setibanya di pinggir telaga, ia melihat sesosok tubuh orang tua dalam posisi tengkurap dan mengapung di tengah air. Menyadari korban sudah tidak bergerak, Amaq Mus kemudian segera memanggil dua warga lainnya, Hanan (40) dan Amaq Sumi (65), untuk membantu mengevakuasi korban ke pinggir telaga. Kejadian tersebut kemudian diteruskan oleh Kepala Desa Embung Raja, M. Toyib, kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan itu, Kapolsek Terara IPTU M. Rofi’i Suriadi, SH, langsung turun menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 15.50 Wita
"Kami langsung melakukan olah TKP. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan hal-hal menonjol atau tanda mencurigakan," ujar IPTU M. Rofi’i.
Pihak keluarga bersama kepolisian kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan ambulan Desa Embung Raja ke Puskesmas Terara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dr. Rody Kurniawan, dinyatakan bahwa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Yang mana korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam (kurang dari 4 jam sebelum ditemukan).
Alasan tenggelam, diduga korban terpeleset saat melintasi telaga di tengah sawah tersebut. Karena kondisi fisik yang sudah tua, korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri saat terjatuh ke dalam air.
Menurut keterangan anak korban Jas, ayahnya meninggalkan rumah sejak pukul 10.00 Wita. Pihak keluarga sempat mencari korban hingga ke wilayah Montong Gamang, Lombok Tengah, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya menerima kabar duka dari Desa Embung Raja.
Warga setempat juga mengenal korban sebagai sosok yang sering bepergian tanpa arah karena faktor usia (pikun). Dalam sehari, korban bahkan bisa sampai lima kali diantar warga pulang ke rumahnya.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
Rencananya, jenazah almarhum Rusli Nursin akan dimakamkan pada hari Selasa, 23 Desember 2025, pukul 13.00 WITA (setelah salat Zuhur).

Post a Comment