Seluruh Guru Madrasah Jadi Target Pelatihan Kurikulum Merdeka 

Seluruh Guru Madrasah Jadi Target Pelatihan Kurikulum Merdeka 

Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad (doc/kemenag.go.id)



Jakarta Nusrapost.com -- Pada kegiatan Webinar yang diikuti lebih dari 500 peserta yang tergabung melalui zoom meeting dan disiarkan Chanel Youtube Pusdiklat Teknis. Kementerian Agama Republik Indonesia menargetkan seluruh guru madrasah agar mendapatkan pelatihan kurikulum merdeka. 



Dilansir dari laman https://kemenag.go.id Rabu (17/8) Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, saat membuka Webinar Kurikulum Merdeka Seri 01 yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis di Jakarta pada Selasa (16/8/2022) kemarin, menyebutkan, penerapan kurikulum merdeka pada madrasah sampai sejauh ini masih berupa piloting yang muaranya belum semua menerapkannya. Oleh karena itu, ditahun yang akan datang kurikulum tersebut akan diimplementasikan pada seluruh madrasah dari itu maka seluruh guru madrasah harus terlatih.




“Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum, target tahun depan akan diimplementasikan diseluruh madrasah. Maka seluruh guru madrasah harus terlatih,” Katanya 




Menurutnya, setiap kebijakan baru mengenai pendidikan atau kurikulum, harus dimaknai sebagai sebuah ikhtiar dalam memajukan Pendidikan Nasional. Sebab mengelola pendidikan membutuhkan kreasi inovasi yang tiada henti. Terlebih keberadaan Kurikulum Merdeka ini, merupakan ikhtiar menyempurnakan kurikulum sebelumnya. 



“Kurikulum ini diciptakan berdasarkan perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan juga perkembangan sosial masyarakat yang memang tumbuh dengan sangat cepat,” jelasnya.



“Oleh karena itu, bapak ibu guru yang berada di garda paling depan dalam melaksanakan proses pendidikan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, harus terus belajar,” sambungnya.



Selain itu, dalam kesempatan tersebut Abu juga memperkenalkan aplikasi Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran (PINTAR) yang digagas Pusdiklat Tenaga Teknis. Yang mana pada aplikasi itu, terdapat pelatihan-pelatihan yang mendukung kebutuhan pengembangan SDM guru dan juga pegawai lainnya.



"Nantinya para guru juga akan mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai penerapan implementasi Kurikulum Merdeka ini melalui aplikasi diklat online yang sudah dimiliki oleh pusdiklat teknis, melalui aplikasi PINTAR,” terangnya.



Abu berpesan bagi pengelola madrasah untuk melakukan modifikasi dan inovasi yang berkaitan dengan aspek sekolah dengan ciri khas keagamaan.




Sememtara itu, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Imam Safei menyebutkan, seminar yang tengah digelarnya, merupakan bagian dari upaya menjadikan para guru sebagai pembelajar. 




“Saya kira dengan terus kita belajar, kita akan mampu merespon isu baru dan kekinian, terutama yang terkait dengan profesi yang kita tekuni. Biarpun hebat dan berjejer gelarnya, kalau kita berhenti belajar kita akan tertinggal,” Ujarnya.



Ia mengibaratkan para guru, widyaiswara, dan pengambil kebijakan seperti powerbank yang sewaktu-waktu harus dicas.



“Kita kadang-kadang harus ngecas, kadang-kadang kita harus dicas. Maka perlu adanya pelatihan-pelatihan semacam ini. Ini yang namanya charging akademik,” tukasnya.




Dari itu lanjut Safei, Pusdiklat Tenaga Teknis melakukan terobosan dan inovasi melalui aplikasi Pintar (Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran). Aplikasi ini berupa MOOC mengenai pelatihan-pelatihan yang menunjang kompetensi pegawai Kemenag.




“Melalui aplikasi Pintar, bapak ibu akan bisa lebih leluasa mengikuti program pelatihan yang ada di Pusdiklat,” pungkasnya.(**)

Tags

Post a Comment