Nusra Post
Minggu, 19 September 2021, September 19, 2021 WIB
Last Updated 2021-09-19T15:16:50Z
HEADLINELOMBOK TIMURPEMERINTAHANPENDIDIKAN

TK Rinjani Tetebatu Masuk Nominasi Penilaian Di Ajang Best Tourism Village UNWTO 2021


LOMBOK TIMUR NTB Nusrapost.com -- Taman Kanak-Kanak (TK) Rinjani di Dusun Orong Gerisak Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Lombok Timur masuk nominasi penilaian di ajang Best Tourism Village yang di adakan United National World Tourism Organism (UNWTO) 2021.


Kiprahnya yang terbilang unik dalam mengembangkan pendidikan bagi anak-anak sekitar yang dikonsef menjadi salah satu bagian promosi wisata bagi toris mampu membuat TK Rinjani yang bernaung di Yayasan Putri Rinjani Bangkit tersebut terpilih masuk menjadi nominasi penilaian untuk mendukung Desa Tetebatu menjadi juara di ajang bertaraf internasional.


Ketua Yayasan Putri Rinjani Bangkit Muhammad Ali SE mengatakan, terpilihnya Taman Kanak-kanak yang berada dalam naungan yayasannya disebabkan beberapa hal mendasar yang terus dilakukan terutama bagi para wisatawan mancanegara yakni salah satunya dengan memberikan para touris untuk mengajarkan dan berkenalan dengan anak didiknya. Hal inilah yang membuatnya terpilih menjadi salah satu nominasi penilaian di ajang paling bergengsi tersebut.


"Disamping kami mengurus pendidikan. Kami juga memiliki Homestay. Nah Home Stay ini yang kami manfaatkan untuk mengundang volunteer dengan membawa keahlian masing-masing dan berbaur sama anak didik kami,"Jelasnya saat ditemui Sabtu (18/9).


Ia mengatakan, Volunteer inilah yang kemudian banyak memberikan pemahaman pada anak didiknya untuk peduli terhadap lingkungan dengan memberikan karakter menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.


Keberadaan tamu yang juga dibuatnya sebagai Volunteer tersebut terus dilakukannya sehingga para volunteer tersebut yang menceritakan keberadaanya di dunia internasional di negaranya masing-masing, sehingga berdampak positif terhadap karakter anak didiknya.


"Dari inilah TK Rinjani Tetebatu dianggap berbasis pariwisata," jelasnya


Selain memanfaatkan volunteer dalam memberikan edukasi pada anak didiknya pihaknya juga membangun sistem kepercayaan pada para tamu mancanegara untuk menitipkan anaknya tatkala hendak ketempat lain baik yang mau melakukan perjalanan ke puncak Gunung Rinjani atau ketempat lainnya yang tidak memungkinkan untuk membawa buah hatinya. Kemudian pihaknya membaurkan Anak didiknya dengan anak yang dititipkan tersebut


"Ini yang masih belum ditemukan di TK yang lain diwilayah Tetebatu," katanya


Gagasan lain yang dinilainya unik yang ditemukan di tempatnya adalah keberadaan para walimurid yang dimintanya untuk terus mengolah sampah menjadi ekobrik yang sejalan dengan program Zero Waste milik pemerintah provinsi NTB. Pihaknya banyak memberikan edukasi tentang itu pada anak para volunteer (wisatawan) teknik mengemas dan mengolah sampah tersebut.


"Memang program Zero Waste ini telah bisa kami jalankan disini,"Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Taman Kanak - Kanak (TK) Rinjani Tetebatu Husniati mengatakan, terpilihnya TK yang dipimpinnya sebagai salah satu nominator penilaian, tidak terlepas dari aktifitasnya dalam memberikan edukasi pada anak didiknya terutama dalam mengolah sampah. Sebab keberadaan sampah telah menjadi permasalahan serius yang harus segera dicarikan solusi. sifatnya yang sulit terurai dapat mengganggu sendi kehidupan setiap mahluk hidup.


Berbeda halnya dengan yang dilakukan pihaknya terutama dalam menggaet wisatawan mancanegara sehingga dari tangan kreatif dan fikiran inovatifnya dalam menangani sampah dan memberikan edukasi pada anak didiknya membuat sekolah yang di pimpinnya dapat masuk nominasi dalam penilaian Best Tourism Village di Ajang UNWTO 2021.


"Inovasi ini kami lakukan sebagai salah satu upaya dalam mendukung program pemerintah terutama zero waste,"Sebutnya.


Kegiatan itu dinilai Husniati berefek positif kepada anak didiknya dan masyarakat yang dibuktikan dengan tingkat kepeduli masyarakat terhadap sampahnya. Sebab sampah rumah tangga telah sedikit bisa tercover juga telah memberikan pembelajaran karakter terhadap anak didiknya agar selalu mendisiplinkan diri terhadap pembuangan sampah yang dapat diterapkan dilingkungan sekolah maupun keluarganya.

 

"Secara umum dengan inovasi ini masyarakat telah didorong untuk berupaya meminimalisir sampah dengan memasukkan sampah ke botol plastik,"Katanya (np)