News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Lantaran Miras Tradisional Tuak HMS Ditebas Rekannya.

Lantaran Miras Tradisional Tuak HMS Ditebas Rekannya.



LOMBOK TENGAH NTB Nusrapost.com -- Salah seorang warga Dusun Tandek Kecamatan Jonggat, bernama HM Sauki (33), ditebas rekannya saat duduk bareng menengguk minum keras tradisional jenis tuak. Peristiwa itu terjadi di Dusun Batu Bolong Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya, Selasa (14/09/2021) pukul 01.10 Wita.



Kapolres Lombok Tengah AKBP Hary Indra Cahyono melalui Kapolsek Praya Barat Daya Akp Halid membenarkan kejadian yang mengakibatkan korban bernama HM Sauki mengalami luka sobek di bagian kepala karena ditebas oleh rekannya saat minum tuak.


Pelaku yang telah diketahui identitasnya itu kini dalam pengejaran aparat untuk dilakukan penyelidikan motifnya melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban.


"Ada dua orang saksi dalam kejadian tersebut, yakni Jumatri alias Bangok, warga Dusun Batu Bolong selaku pemilik rumah tempat minum tuak, dan Rahman warga Dusun Burejeng Desa Batujai Kecamatan Praya Barat," ungkap Kapolsek.


Berdasarkan pengakuan Bangok lanjut Halid bahwa korban sedang minum tuak bersama 10 orang rekannya, dimana saat itu korban menceritakan pengalamannya menjadi TKI di Arab Saudi. Namun di tengah-tengah cerita itu, pelaku yang berinisial MRN (30), warga Desa Batujai menjadi tersinggung dan salah paham dan sempat terjadi adu argumen antara pelaku dan korban. Saat adu argumen itu, lampu tiba-tiba padam dan seketika pelaku menebas korban mengenai bagian kepala menggunakan sebilah parang.



"Setelah menebas korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah barat, dan korban saat itu juga dilarikan ke Puskesmas Batujai untuk mendapatkan perawatan medis," jelasnya.



Mendapat informasi itu, Anggota Polsek Praya Barat Daya segera mengecek keberadaan korban di Puskesmas Batujai dan ditemukan Korban masih dalam perawatan akibat luka sobek dibagian kepala dengan 18 jahitan. (np)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.