![]() |
| Humaidi Calon Kepala Desa Loyok saat menyerahkan berkas pendaftaran dipanitia |
Nusrapost.com -- Humaidi secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa (Kades) Loyok. Kehadirannya dalam proses pendaftaran tersebut menegaskan kesiapannya untuk mengabdi dan membawa Desa Loyok ke arah yang lebih baik melalui kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Dalam pernyataannya, Humaidi menegaskan bahwa keputusannya maju dalam Pilkades bukanlah semata-mata untuk mengejar jabatan, kekuasaan, ataupun karena merasa paling mampu di antara warga lainnya.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa menjadi Kepala Desa bukanlah perkara yang ringan. Ini bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT," ujar Humaidi saat memberikan sambutan usai menyerahkan berkas pendaftaran pada panitia pemilihan kepala Loyok Jum'at (16/10/2026).
Menurutnya, pemimpinan desa yang ideal adalah sosok yang bersedia mendengar aspirasi warga, hadir saat dibutuhkan, serta berani mengambil tanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan desa. Oleh karena itu Humaidi mengimbau seluruh lapisan masyarakat Desa Loyok untuk tetap menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak memicu permusuhan antarwarga.
"Desa Loyok adalah rumah kita bersama. Di sinilah kita hidup, membesarkan anak-anak, menjaga tradisi, dan menggantungkan harapan masa depan. Pilkades adalah proses mencari pemimpin, bukan mencari musuh. Kita boleh berbeda pandangan dan pilihan, tetapi kita tetap bersaudara dan bertetangga," tegasnya.
Selain itu, Humaidi juga menyampaikan apresiasinya kepada panitia pemilihan desa atas dedikasi mereka dan berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan secara jujur, adil, transparan, serta tertib sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kepada para kontestan lainnya, ia mengajak untuk menyajikan kompetisi yang sehat dan edukatif.
"Mari kita beradu gagasan, rekam jejak, dan niat pengabdian. Hentikan fitnah, pencemaran nama baik, atau upaya saling menghakimi," tambahnya.
Jika nantinya diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Desa Loyok, Humaidi berkomitmen untuk mengedepankan prinsip gotong royong dan keterbukaan. Ia menyadari bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan seorang diri, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok perempuan.
Dari itu, beberapa poin utama yang menjadi fokus perhatiannya yakni peningkatan pelayanan publik dengan Memberikan pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan warga. Kemudian pemberdayaan potensi desa dengan mengoptimalkan sumber daya desa untuk kesejahteraan bersama dan pengembangan generasi muda dengan membuka peluang dan ruang kreasi bagi pemuda desa. Terakhir mengedepankan Musyawarah Mufakat guna memastikan setiap aspirasi warga didengar dan persoalan diselesaikan secara mufakat.
"Suatu hal yang ingin saya tegaskan, jika amanah ini dipercayakan kepada saya, saya ingin bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani tanpa membeda-bedakan, dan mempertanggungjawabkan setiap tugas yang dipercayakan. Mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta mendukung kemajuan desa kita," tutup Humaidi. (*)





