8 Tahun Berkiprah Yayasan Putri Rinjani Bangkit Tetebatu Perlahan Ubah Stigma Masyarakat Akan Pentingnya Pendidikan & Bahaya Pernikahan Dini
![]() |
| Muhammad Ali Ketua Yayasan Putri Rinjani Bangkit |
Nusrapost.com -- Delapan tahun bukan waktu yang singkat, namun konsistensi Yayasan Putri Rinjani Bangkit dalam memperjuangkan dunia pendidikan kini mulai berbuah manis. Lembaga yang bergerak di Dusun Orong Gerisak Desa Tetebatu ini secara perlahan mampu mengubah stigma masyarakat akan pentingnya pendidikan formal sekaligus menekan angka pernikahan usia dini yang sempat marak terjadi.
Dalam pidato perayaan milad yayasan, Ketua Yayasan Putri Rinjani Bangkit, Muhammad Ali, mengungkapkan alasan mendalam di balik pemilihan tema pencegahan pernikahan dini pada perayaan tahun ini. Ia merefleksikan kondisi memprihatinkan yang sempat terjadi di wilayah tersebut pada 2007 hingga 2008 silam.
"Kenapa dalam pelaksanaan Milad Yayasan ini kami angkat tema Pencegahan Pernikahan Dini? Karena jujur, di tahun 2007-2008 di Dusun Orong Gerisak ini, setidaknya hanya ada empat orang yang tamat dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata banyak yang kawin di bawah umur, bahkan ada yang menikah sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)," ungkap Muhammad Ali. Minggu (31/5/2026).
Kondisi kelam masa lalu tersebut menjadi cambuk bagi dirinya untuk termotivasi membuat sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Sehingga lewat berbagai program edukasi dan pendekatan emosional kepada masyarakat, yayasan ini sukses mengikis pola pikir lama yang menganggap remeh pendidikan.
"Alhamdulillah, dengan adanya lembaga ini secara pelan-pelan kami merubah pola fikir masyarakat tentang arti pentingnya pendidikan dan dampak buruk yang ditimbulkan dari pernikahan usia dini,"kata Ali.
Ia menyebutkan, Buah manis dari perjuangan selama delapan tahun, kini mulai terlihat nyata. Kesadaran masyarakat khusunya Dusun Orong Gerisak, Desa Tetebatu, meningkat drastis. Mereka mulai menyadari bahwa tanpa pendidikan, generasi muda tidak akan mampu bersaing di masa depan. Bukti konkret dari perubahan paradigma ini adalah lahirnya generasi terpelajar dari dusun tersebut, bahkan hingga menembus kancah internasional.
"Sekarang di Orong Gerisak ini sudah ada yang kuliah di Mesir dan sudah selesai (lulus). Ini adalah salah satu bukti nyata bahwa pendidikan itu sangat dijunjung tinggi di Desa Tetebatu saat ini," tegasnya.
Keberhasilan ini tidak membuat pihak yayasan berpuas diri. Muhammad Ali memasang target optimis bahwa pada tahun 2027 mendatang, wilayah Tetebatu, khususnya Dusun Orong Gerisak, bisa benar-benar bersih dari kasus pernikahan di bawah umur.
Di akhir pidatonya, ia memberikan pesan menyentuh sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat dan orang tua untuk terus mengawal masa depan anak-anak mereka melalui jalur pendidikan.
"Jadi insyaallah, ke depan di tahun 2027 di tempat ini, tidak akan ada lagi pernikahan usia dini. Marilah kita jaga anak-anak kita. Jangan sampai melakukan pernikahan dini karena itu tidak baik untuk masa depan mereka. Tanpa pendidikan, mereka tidak akan bisa berbuat banyak di masa yang akan datang," tutup Ali. (*)

Post a Comment