Kolaborasi Dengan DPD PAN Lotim, Yayasan Putri Rinjani Bangkit Tetebatu Serukan Stop Pernikahan Dini & Cegah Stunting
Nusrapost.com -- Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Yayasan Putri Rinjani Bangkit Dusun Orong Gerisak DesaTetebatu Kecamatan Sikur Lombok Timur menjadi panggung kolaborasi penting dalam mengentaskan persoalan sosial di Lombok Timur.
Bersama DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Lombok Timur, yayasan tersebut menyuarakan gerakan bersama untuk mencegah pernikahan usia dini dan mencegah stunting.
Acara yang berlangsung Minggu (31/5/2026) itu, dihadiri langsung oleh Ketua DPD PAN Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, tokoh agama, para wali murid dan guru.
Dalam sambutannya Ketua DPD PAN Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Lombok Timur terbilang cukup tinggi dibanding sepuluh kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, Lombok Timur masuk ke dalam daftar 5 kabupaten di Indonesia yang menjadi fokus intervensi langsung dari pemerintah pusat.
"Stunting ini banyak faktornya. Salah satu yang gencar kita upayakan adalah pencegahannya, yaitu dengan mencegah perkawinan anak. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus secara "keroyokan" dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan elemen masyarakat,"katanya.
Disinggung mengenai pilihan lokasi di kecamatan Sikur sebagai saran utama, H. Edwin menyebutkan bahwa, Kecamatan ini merupakan satu dari lima kecamatan dengan prioritas penanganan stunting tertinggi di Lombok Timur, berdampingan dengan beberapa kecamatan lainnya seperti Sembalun, Sukamulia, dan Sakra. Dan sebagai bentuk kepedulian nyata, pihaknya juga membagikan bantuan sembako kepada para wali murid.
"Kami bagikan telur karena ini sangat baik untuk membantu mencegah stunting. Jadi, sembako ini tolong diberikan untuk konsumsi anak-anak kita, bukan buat bapaknya," tegas H. Edwin.
Guna memperluas daya jangkau kampanye ini, lanjut H.Edwin, pihaknya juga melakukan inovasi edukasi melalui media kreatif, dengan menitipkan pesan-pesan moral tentang dampak buruk pernikahan usia dini di dalam sebuah film yang tengah diproduksi berjudul "Anak Beranak".
"Film ini nantinya akan menyoroti dampak psikologis, fisik, serta nasib anak yang dilahirkan dari proses perkawinan usia dini,"katanya
Lebih lanjut, H. Edwin mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah desa, kepala dusun, camat, hingga tokoh agama dan para Tuan Guru yang memiliki basis jama'ah besar untuk konsisten menyuarakan stop perkawinan anak.
"Mungkin ke depan kita akan menjangkau semua Kecamatan, nanti kita akan pilih desa-desa mana yang angka stunting-nya atau angka perkawinan anaknya tinggi, untuk jadi sasaran sosialisasi selanjutnya,"katanya
Sementara itu, Ketua Yayasan Putri Rinjani Bangkit, Muhammad Ali, dalam pidatonya memaparkan alasan kuat mengapa isu pernikahan dini diangkat sebagai tema utama milad tahun ini. Ia merefleksikan kondisi memprihatinkan yang pernah terjadi di Dusun Orong Gerisak pada rentang tahun 2007-2008 lalu.
"Jujur, pada tahun 2007-2008 lalu di Dusun Orong Gerisak ini, setidaknya hanya ada empat orang yang berhasil menamatkan sekolah sampai jenjang SMA. Rata-rata anak-anak kita banyak yang kawin di bawah umur, bahkan mirisnya ada yang menikah sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)," katanya.
Hadirnya Yayasan Putri Rinjani Bangkit secara perlahan mampu merubah pola pikir masyarakat Tetebatu khususnya Dusun Orong Gerisak tentang pentingnya pendidikan.
"Alhamdulillah, sekarang masyarakat sadar bahwa tanpa pendidikan kita tidak bisa berbuat banyak untuk masa depan. Buktinya, saat ini sudah ada anak dari Orong Gerisak yang berhasil kuliah di Mesir dan menyelesaikan studinya. Ini bukti nyata bahwa pendidikan kini dijunjung tinggi di Desa Tetebatu," tambah Ali.
Mengakhiri sambutannya, Muhammad Ali optimis kedepan desanya akan mampu memutus mata rantai pernikahan usia dini dan pencegahan stunting.
"Insyaallah, target kita ke depan, pada tahun 2027 di tempat ini sudah tidak akan ada lagi kasus pernikahan usia dini. Marilah kita jaga bersama anak-anak kita," pungkasnya.(*)

Post a Comment