![]() |
| Malira Andina salah Satu wisudawati terbaik UIN Mataram dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. |
Nusrapost.com -- Di balik senyum bangga dan toga yang terpasang anggun, ada harapan yang indah yang harus jadi perhatian pemerintah Daerah. Malira Andina, gadis asal Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu wisudawati terbaik UIN Mataram dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82.
Keharuan yang membuncah dari raut wajahnya menjadi sebuah cerminan perjuangan gigih seorang anak pedesaan yang merindukan hadirnya keadilan nyata di tanah kelahirannya.
Bagi Malira dan keluarganya di pelosok Montong Gading, menuntaskan pendidikan tinggi dengan predikat sangat memuaskan bukanlah jalan yang mulus. Pengorbanan tak terhingga dari keluarga di desa seolah menjadi saksi betapa mahalnya sebuah cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi.
"IPK tinggi ini adalah bukti keringat orang tua saya, sehingga pemerintah wajib merangkul potensi seluruh anak daerah," ujar Malira saat dikonfirmasi Sabtu (26/7/2026).
Ia menyebutkan, perjuangan menembus puncak prestasi ditengah bentengan keterbatasan ekonomi tidak boleh berhenti di panggung wisuda saja. Tanpa uluran tangan dan kepedulian sungguh-sungguh dari pemerintah daerah, mimpi besar para sarjana terutama yang dari pelosok berisiko sirna tergilas kerasnya persaingan hidup.
"Saya berjuang sekuat tenaga demi membanggakan orang tua dan berharap pemerintah daerah tidak membiarkan harapan kami padam. Pemerintah harus hadir membuka jalan agar anak-anak desa tidak merasa berjuang sendirian,"tambahnya.
Sejatinya menjadi tamparan keras bagi para pemangku kebijakan. Selama ini, apresiasi sering kali berhenti pada selembar piagam penghargaan formalitas. Padahal, yang dibutuhkan generasi muda berprestasi adalah ruang pengabdian dan kepastian masa depan.
"Dukungan pemerintah akan menjadi pemicu semangat kami untuk terus bangkit dan membuktikan kapasitas diri. Kepekaan pemerintah daerah sangat menentukan apakah cita-cita generasi muda ini akan mekar atau justru layu," kata Malira.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan wadah karir adalah penyelamat bagi ribuan asa pemuda yang mendambakan kepastian.
"Jangan biarkan perjuangan kami bermuara pada kesia-siaan tanpa ruang pengabdian dari pemerintah. Kepedulian nyata pemerintah adalah hadiah terindah bagi perjuangan anak desa yang ingin berbakti bagi daerah," tutupnya. (*)



