Nusrapost.com -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten
Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyebut rimbunnya hutan mangrove
merupakan refleksi mendalam dari sebuah kehidupan. Hal tersebut disampaikannya
saat meresmikan peluncuran Ekowisata Mangrove di Taman Wisata Alam (TWA)
Keramat Suci Ekowisata, Desa Sugian, Kecamatan Sambalia, Sabtu (4/4).
Menurut Sekda, rimbunnya mangrove mengajarkan kesederhanaan
dan membawa pesan moral yang kuat, baik untuk kelestarian alam maupun kehidupan
sosial masyarakat.
"Di balik rimbunnya mangrove, ada kesan sederhana.
Cinta yang baik adalah melindungi, bukan sekadar memiliki. Filosofi ini juga
menjadi fondasi kuat dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan bebas dari
kekerasan," ujarnya.
Sekda menegaskan bahwa prinsip utama dalam menjaga alam,
sama halnya dengan membina keluarga, harus berlandaskan pada kesadaran untuk
melindungi. Dengan semangat perlindungan tersebut, keberlanjutan ekosistem akan
tetap terjaga. Begitu pula dalam rumah tangga; hubungan yang harmonis akan jauh
dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) jika dilandasi sikap saling menjaga
satu sama lain.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) yang telah
membuktikan komitmen awalnya dalam mewujudkan destinasi ekowisata ini. Bagi
Pemerintah Daerah Lombok Timur, langkah ini merupakan pintu pembuka untuk
kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
Tujuannya, Bukan sekadar merestorasi hutan mangrove
yang ada tetapi memastikan denyut ekonomi masyarakat khususnya Desa Sugian
terus berputar melalui variasi ekonomi yang kuat di wilayah Kecamatan Sambalia.
Mengingat peran vital hutan mangrove dalam mencegah abrasi
di wilayah pesisir, Sekda sangat mengapresiasi pendekatan pembangunan ekowisata
ini yang dinilai begitu menyatu dan melibatkan masyarakat setempat.
Namun, di akhir penyampaiannya, Sekda juga menitipkan pesan
penting sekaligus pengingat bagi para pengelola wisata ke depannya. Beliau
berharap agar para pengelola lokal tetap menjaga integritas dan tidak melupakan
akar perjuangan mereka.
"Saya menitipkan pesan agar para pengelola nantinya
tidak seperti anak yang lupa akan induknya ketika sudah besar nanti,"
pungkas Sekda.



