Nusrapost.com -- Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra
Raharja, S.E., M.H., Selasa (7/7/2026), mengunjungi korban kebakaran Pondok
Pesantren Rosyidatus Shaulatiyyah Al Intihimy NW di Kecamatan Batukliang Utara,
Lombok Tengah. Kunjungan tersebut diisi penyerahan santunan, bantuan
pengobatan, serta dukungan moril kepada para korban dan keluarganya.
Irjen Kalingga hadir didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB
Ny. Widhy Kalingga Rendra Raharja beserta pengurus, Kepala Kanwil Kementerian
Agama NTB H. Zamroni Azis, M.H.I., Dirreskrimum Polda NTB, Kabid Humas,
Kabiddokkes, Kepala RS Bhayangkara, serta jajaran Kemenag Lombok Tengah.
Kapolda menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang
menimpa para korban. Kehadiran rombongan, kata Irjen Kalingga, menjadi wujud
empati sekaligus dukungan agar para korban tetap memiliki semangat menjalani
masa pemulihan.
"Saya mewakili keluarga besar Polda NTB menyampaikan
rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Kami hadir untuk
menguatkan hati anak-anak kita, memberi semangat, serta memastikan mereka tetap
optimistis menjalani hari-hari ke depan," ungkapnya.
Selain memberikan santunan, Kapolda NTB menyerahkan bantuan
sembako, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan belajar. Bantuan tersebut
diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, sekaligus memotivasi para
korban agar tetap melanjutkan pendidikan.
"Kondisi fisik dan rasa sakit jangan sampai memadamkan
semangat belajar. Teruslah menimba ilmu dan tetap kejar cita-cita kalian. Kami
semua mendoakan agar segera pulih," katanya.
Irjen Kalingga juga memastikan penanganan hukum terus
berjalan. Saat ini penyidik Polres Lombok Tengah telah meningkatkan perkara ke
tahap penyidikan, dan tengah mempercepat proses penetapan tersangka.
"Penyidikan terus berjalan. Kami berupaya semaksimal
mungkin agar pekan ini tersangka dapat ditetapkan dan diumumkan, sehingga
seluruh pertanyaan masyarakat memperoleh jawaban secara terang," tegasnya.
Tak hanya fokus pada proses hukum, Polda NTB juga siap
mengawal pengajuan hak restitusi bagi para korban. Langkah tersebut diharapkan
dapat membantu biaya pengobatan dan kebutuhan lain selama masa pemulihan.
"Kami akan mendampingi keluarga dalam pengurusan hak
restitusi. Harapan kami, langkah ini dapat membantu meringankan beban para
korban dan keluarganya," ujar Kapolda NTB.
Irjen Kalingga turut mengingatkan seluruh pengelola lembaga
pendidikan, terutama pondok pesantren, agar memperkuat pengawasan terhadap
lingkungan belajar sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
"Pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman
bagi para santri. Mari kita tingkatkan pengawasan serta kepedulian agar musibah
seperti ini tidak terulang," pesannya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB H.
Zamroni Azis, M.H.I. menegaskan komitmen mendampingi para korban, baik dari
sisi pendidikan maupun pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
"Kami berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap pondok
pesantren. Saat ini kami juga memproses perpindahan data pendidikan korban ke
MTs Negeri sesuai keinginan keluarga, sekaligus menyiapkan beasiswa hingga
mereka menyelesaikan pendidikan," ujar Zamroni Azis.
Kolaborasi antara Polda NTB dan Kanwil Kementerian Agama NTB
tersebut diharapkan memberi kepastian hukum, perlindungan, serta dukungan
pendidikan bagi para korban sehingga dapat kembali menatap masa depan dengan
penuh harapan. (*)



