![]() |
| Hamdan Pirdaos saat menyerahkan berkas Pendaftaran ke panitia Pilkades Desa Selagik Kec Terara Lombok Timur |
Nusrapost.com -- Gelombang dukungan dari masyarakat mendorong Hamdan Pirdaos untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Selagik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Niat tersebut lahir dari kepanggilannya untuk kembali memajukan Desa Selagik setelah sebelumnya sempat mengundurkan diri untuk berkompetisi di ranah legislatif.
Pirdaos mengungkapkan bahwa keputusannya maju kembali tak lepas dari dorongan warga yang menginginkan kepemimpinannya kembali di desa.
"Sebenarnya kami maju lagi sebagai kepala desa karena merasa terpanggil untuk memajukan Desa Selagik ini. Kemarin kita berniat baik mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir untuk maju di legislatif, namun belum berhasil. Setelah itu, masyarakat menginginkan kita lagi menjadi calon Kades. Itu yang membuat kami termotivasi lagi untuk membangun Desa Selagik," ujar Hamdan Pirdaos Usai menyerahkan Berkas Pendaftarannya Rabu (21/10/2026).
Menyikapi terbatasnya Alokasi Dana Desa (ADD) saat ini, Pirdaos menekankan bahwa seorang kepala desa harus memiliki strategi jitu dalam membangun desa. Menurutnya, figur pemimpin terpilih harus memiliki jaringan dan relasi kuat di tingkat DPRD Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat agar mampu jemput bola membawa anggaran ke desa.
Berbekal pengalaman panjang di dunia birokrasi, Pirdaos berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) milik anggota dewan untuk menutupi keterbatasan anggaran desa.
"Pengalaman saya, dana desa saat ini sangat minim jika hanya mengandalkan ADD untuk pembangunan infrastruktur. Tembok kantor Desa Selagik ini saja hasil pokir DPRD, begitu juga pengaspalan jalan lingkungan yang hampir murni dari pokir anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi. Tidak ada anggaran dana desa yang dipakai untuk lapen itu," tegasnya.
Ia menambahkan, berkat optimalisasi dana Pokir selama masa kepemimpinannya terdahulu, pembangunan infrastruktur di Desa Selagik sudah terealisasi hampir 80 persen.
"Oleh sebab itu, sekarang saya nyatakan diri, Bismillah untuk maju lagi sebagai Calon Kepala Desa Selagik. Semoga kita terpilih dan masyarakat masih mempercayai kami untuk membangun desa tercinta ini," tambahnya.
Terkait visi dan misi, Pirdaos berfokus pada kemudahan dan kecepatan pelayanan publik. Ia memahami karakteristik masyarakat desa yang mendambakan pelayanan sigap tanpa terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit.
"Visi misi kami adalah bagaimana memudahkan masyarakat, khususnya terkait pelayanan dan keluhan warga. Kadang masyarakat menuntut percepatan pelayanan, sehingga selama anggaran mencukupi, langsung kami eksekusi duluan. Karakteristik masyarakat desa itu unik," jelasnya.
Terakhir, Pirdaos berpesan kepada warga Desa Selagik agar bijak dan jeli dalam menentukan arah kepemimpinan desa untuk delapan tahun ke depan.
"Harapan kita, masyarakat Desa Selagik bisa memilih calon kepala desa yang berkualitas dan bermutu. Pandai-pandailah dalam memilih, jangan sampai salah pilih. Jabatan kepala desa ini sekarang 8 tahun; satu kali salah memilih, maka 8 tahun kita menderita dan menyesal," pungkas Pirdaos. (*)





