Persiapan Lebih Matang, Sekda Juaini Taofik Optimis Lombok Timur Tembus Target 3 Besar di MTQ ke-31

Persiapan Lebih Matang, Sekda Juaini Taofik Optimis Lombok Timur Tembus Target 3 Besar di MTQ ke-31



Nusrapost.com -- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menunjukkan optimisme yang tinggi dalam menyongsong gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Lombok Tengah. Dengan persiapan yang jauh lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H.M Juaini Taofik berkeyakinan kontingen ini mampu memenuhi target masuk posisi tiga besar.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Dari sisi kuantitas, Kontingen Lotim menjadi yang terbesar kedua setelah tuan rumah Lombok Tengah, dengan total 101 orang yang terdiri dari 53 peserta (atlet), pelatih, dan official.

Tak hanya itu, dominasi Lombok Timur juga terlihat dalam kemeriahan Pawai Ta'aruf. Atas amanat Bupati, Lotim mengirimkan barisan kontingen pawai dalam jumlah besar, yang lagi-lagi menjadi jumlah terbanyak kedua setelah tuan rumah.

Sekda Lotim mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi MTQ ke-31 ini jauh lebih baik dibandingkan saat MTQ ke-30 di Sumbawa lalu. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penerapan sistem Training Center (TC) Mobile sebelum memasuki masa TC terpusat. Perubahan strategi ini membawa dampak signifikan pada peta kekuatan kafilah.

"Kalau waktu di Sumbawa lalu, yang masuk final hanya kurang dari 10 orang. Namun, melihat hasil latihan dan persiapan kali ini, kita memprediksi ada sekitar 25 orang yang berpotensi masuk final. Kalau ini terjadi, target dari Bapak Bupati untuk masuk tiga besar, Insya Allah dapat kita wujudkan," ujar Sekda Lotim saat ditemui Selasa (9/6/2026).

Sebagai kabupaten dengan jumlah pondok pesantren terbanyak, harapan besar tentu bertumpu pada pundak para kafilah untuk membawa pulang piala dan mengharumkan nama daerah.

Berbeda dengan ajang olahraga, MTQ memiliki regulasi ketat di mana peserta yang sudah pernah meraih juara tidak diperbolehkan lagi mengikuti cabang lomba yang sama. Menanggapi aturan ini, Sekda menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesinambungan prestasi adalah kaderisasi.

Pemkab Lotim memastikan kaderisasi tidak boleh hanya terpusat di kecamatan tertentu, melainkan harus menyebar merata ke seluruh wilayah. Saat ini, pemerintah daerah telah berhasil memetakan potensi dari masing-masing pondok pesantren di berbagai kecamatan.

"Masing-masing pondok pesantren ini punya keunggulan. Ada yang hebat di bidang Tahfiz, ada yang kuat di Tartil, dan ada yang unggul di Fahmil. Ini semua sudah kita petakan sehingga kesinambungan prestasi di masa depan bisa terus kita jaga," jelasnya.

Mengenai kendala teknis di lapangan, Sekda tidak menampik bahwa lokasi penginapan kontingen Lombok Timur di Lombok Tengah terbilang cukup jauh dari pusat acara, yakni bertempat di Hotel Swiss-Belinn.

Untuk mengantisipasi hal tersebut dan memastikan kondisi fisik serta mental para peserta tetap terjaga, Pemkab Lotim telah bergerak cepat.

"Jaraknya memang lumayan jauh. Oleh karena itu, kita sudah berupaya menyiapkan sarana transportasi yang memadai. Kita harapkan situasi tetap kondusif, nyaman, dan aman untuk seluruh kafilah kita selama berkompetisi," pungkasnya. (*)


Tags

Post a Comment