Bukan Operasi Khusus, Satlantas Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Tilang Dilakukan Rutin & Dinamis
![]() |
| Akp Abdul Rachman Kasatlantas Polres Lombok Timur |
Nusrapost.com -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukumnya merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap hari. Penertiban ini bukan bagian dari operasi terpusat yang dibatasi oleh lini waktu tertentu, melainkan upaya terakhir untuk mendisiplinkan pengguna jalan.
Kasatlantas Polres Lombok Timur AKP Abdul Rachman menyatakan langkah edukasi (preemtif) dan patroli berkala (preventif) sudah senantiasa digalakkan. Namun, karena masih ditemukannya pelanggaran di lapangan, tindakan tegas berupa tilang terpaksa dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya tidak hanya mengincar satu jenis pelanggaran saja, seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, melainkan semua bentuk pelanggaran aturan lalu lintas.
Sistem penindakan pun dibuat sangat dinamis, tanpa ada patokan waktu maupun lokasi yang kaku. Petugas akan bergerak ke titik-hitik di mana pelanggaran paling banyak ditemukan atau di wilayah yang rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Jika situasi dan waktu terbatas, penindakan dilakukan di area terdekat Polres, namun jika waktu luang, petugas akan bergerak sesuai hasil evaluasi ke berbagai titik strategis.
"Di mana ditemukan masih ada pelanggaran, ya kita lakukan penindakan di sana," ujarnya Senin (25/5/2026).
Selain itu, Merespons masukan dari masyarakat terkait maraknya pelanggaran di malam hari, Ia berjanji akan segera melakukan evaluasi. Sebab Ia menyadari ada kecenderungan masyarakat merasa aman untuk melanggar aturan saat malam hari karena mengira tidak ada petugas yang berjaga.
"Penertiban ini dipastikan tidak hanya berpusat di wilayah Selong saja. Kami akan terus bergerak secara merata ke wilayah lain agar ketertiban berkendara tidak timpang,"katanya.
Pada awal gerakan penindakan, lanjutnya, jumlah pelanggar sangat menumpuk. Namun saat ini, angka tersebut mulai berkurang, terutama di jalan-jalan protokol yang sering menjadi titik penertiban.
Meskipun dalam gerakan penindakan ini belum tertib 100% , pria yang akrab disapa Rachman itu, optimis perubahan positif ini terus akan berlanjut hingga masyarakat benar-benar patuh hukum.
Oleh karena itu, Ia berharap agar Masyarakat bisa menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri, bukan karena takut ditilang atau menghindari petugas.
"Harapan saya pribadi, tertiblah berlalu lintas bukan karena ada tilang atau penindakan, tapi karena kesadaran akan kebutuhan. Menggunakan helm itu bukan karena takut ada polisi, tapi karena kita memang butuh pelindung. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, lebih baik kita persiapkan segala sesuatunya karena paling enak itu adalah tertib berlalu lintas," tutupnya.

Post a Comment